You are currently browsing the monthly archive for February 2009.
Ketika Zhuang Zi akan meninggal, murid-muridnya berkumpul dan berunding bagaimana cara menguburkan gurunya.
Zhuang Zi berkata : tidak perlu, setelah saya mati biarlah langit dan bumi menjadi petinya, matahari dan rembulan menjadi giok ganda nya, bintang-bintang menjadi berlian nya, laksa benda menjadi hadiahnya, tidak ada penguburan yang lebih baik dari ini. (maksud Zhuang Zi disini adalah jenazah nya cukup diletakkan diatas gunung)
Muridnya : jika diletakkan di atas gunung, jenazah guru akan dimakan oleh gagak dan elang.
Zhuang Zi: jika dikubur di dalam tanah bukankah juga akan dimakan semut dan ulat, kenapa kalian berlaku tidak adil dengan merebut sesuatu dari mulut gagak dan elang untuk diberi makan ke semut dan ulat?
Ini salah satu cerita yang saya suka dari Zhuang Zi, karena dia selalu mengajarkan kita untuk melihat dari sisi lain. Memperlakukan semua makluk setara tanpa melihat hitam dan putih.
Zi Lu bertanya: “apa yang seharusnya kita lakukan kepada arwah dan dewa?”
Konfusius: “untuk melayani manusia saja kamu belum tau, bagaimana mungkin kamu dapat melayani para arwah?”
Zi Lu : “bolehkah saya bertanya tentang kematian?”
Konfusius : “ tentang hidup saja kamu belum tahu, bagaimana kamu bisa mengerti kematian?”
Konfusius pernah ditanya tentang kematian oleh muridnya. Dan jawaban dari konfusius sangat bijaksana. Bagaimana kita bisa mengerti kematian kalau kita tidak tahu apa makna dan arti hidup
Zhuang Zi bercerita dahulu ada seorang gadis bernama Li Ji yang akan dinikahi seorang raja. Tetapi dia menolak, menangis sampai seluruh pakaiannya basah. Akhirnya setelah sampai di istana raja tersebut, tidur di ranjang lembut, menikmati makanan yang lezat barulah menyadari betapa bodohnya dia, harus menangis di hari pernikahannya.
Zhuang Zi: semua manusia takut akan kematian tetapi siapa yang tahu setelah mati kita malah menyesal kenapa harus ada kelahiran. Bukankah keadaan ini sama dengan Li Ji sewaktu akan dinikahi?
Zhuang Zi berpandangan bahwa kematian adalah hal yang alami, tidak perlu takut akan kematian. Sebagai manusia jalanilah hidup sesuai dengan usiamu. Saat kamu berusia 20 tahun, jalani lah sebagai orang yang berusia 20 tahun bukan 30 tahun. Saat sudah tua jalani masa tuamu bukan sebagai orang yang berusia 20 tahun lagi.
Konfusius berkata : “ teman yang baik ada 3 macam yaitu yang berwawasan, yang tulus dan dapat dipercaya serta yang lurus dan jujur. Sedangkan teman yang menjerumuskan juga ada 3 macam yaitu orang tidak berwawasan tetapi suka melantur, orang yang tidak lurus dan jujur serta orang yang licik”
Kebutuhan manusia terbatas tetapi keinginan manusia malah tidak terbatas.
Lao Zi
Adipati Huan membaca buku di aula. Pembuat Roda Pian sedang membuat roda kereta di halaman aula, ia meletakkan alat kerjanya dan naik tangga, bertanya ke Adipati Huan,
“Apa buku yang anda baca?”
“Saya membaca kitab yang ditulis orang suci.” Adipati merespon.
“Apakah orang suci itu masih hidup?”
“Dia sudah mati”
“Itu berarti apa yang anda baca tidak lebih dari sampah? “
Adipati Huan naik pitam dan berkata: ” Jika kamu sembarang bicara tanpa bisa memberikan saya alasan yang jelas maka kamu akan saya hukum mati. “
Pembuat roda Pian berujar “Hal ini sama dalam kasus membuat roda. Ketika roda dipahat dengan cepat, saya dapat menghemat tenaga tetapi roda yang dihasilkan tidaklah bulat. Jika saya memahat roda dengan pelan maka hanya memboros tenaga tetapi roda yang dihasilkan bulat. Jadi cara membuat roda yang terbaik adalah dipahat tidak terlalu cepat dan lambat. Ternyata keahlian saya membuat roda ini tidak dapat saya wariskan ke anak saya sehingga sampai di usia 70 sekarang tetap saya yang membuat roda. Setelah saya meninggal nanti pastilah keahlian ini tidak dapat diwariskan juga. Jika begitu tampaknya kebenaran yang didapat para suci terdahulu juga tidak dapat diwariskan. Sama halnya dengan buku yang adipati baca”
Kisah ini terdapat di buku karya Zhuang Zi. Membaca cerita mungkin bisa membuat kita merenung bahwa sebenarnya kebenaran itu tidak dapat dibukukan. Kebenaran yang tiada batas tidak mungkin di penjara dalam kata-kata yang hanya berapa ratus halaman. Kalau teman-teman membaca profil Lao Zi mungkin mengerti kenapa Lao Zi awalnya tidak mau menulis ide-idenya menjadi sebuah buku.
Konfusius Berkata: “orang budiman mengasihi dan tidak egois, orang keji egois dan tidak mengasihi”
孔子說: “君子博愛而不偏私, 小人偏私而不博愛”.
Zi Gong bertanya : “ guru, bagaimana kita seharusnya memperlakukan seorang teman?”
Konfusius : “ jika seorang teman berbuat salah haruslah sekuat hati dan tenaga menasehatinya dan membimbing dia ke jalan yang benar”
Zi Gong : “ tetapi bagaimana jika dia tidak mau mendengarkan nasehat kita?”
Konfusius : “ jika sudah sekuat tenaga menasehatinya tetapi dia tidak perduli, sudahlah biarkan saja, jangan malah membuat diri sendiri kesal
Janganlah memperpanjang kaki bebek yang pendek karena jika kaki bebek menjadi panjang maka dia akan kerepotan.
Janganlah memperpendek kaki bangau yang sangat panjang karena jika kaki bangau menjadi pendek maka dia akan tersiksa.
Bebek diciptakan dengan kaki pendek dan di anugerahi leher yang panjang. Bangau diciptakan dengan kaki yang lebih panjang dan dianugerahi leher yang lebih pendek.
Semua ini adalah untuk saling melengkapi.
Zhuang Zi : Janganlah menggunakan standar pengetahuan manusia untuk membedakan apa yang disebut panjang dan pendek. Tetapi perhatikanlah fungsi dari penciptaan yang ada di alam semesta ini. Maka yang panjang tidaklah terlihat panjang, yang pendek tidaklah terlihat pendek lagi.
Look, it cannot be seen – it is beyond form.
Listen, it cannot be heard – it is beyond sound.
Grasp, it cannot be held – it is intangible.
These three are indefinable, they are one.
From above it is not bright;
From below it is not dark:
Unbroken thread beyond description.
It returns to nothingness.
Form of the formless,
Image of the imageless,
It is called indefinable and beyond imagination.
Stand before it – there is no beginning.
Follow it and there is no end.
Stay with the Tao, Move with the present.
Knowing the ancient beginning is the essence of Tao.

Recent Comments