You are currently browsing the monthly archive for March 2009.
Zhuang Zi dan Hui Shi berada di atas jembatan.
Zhuang Zi : Lihatlah ikan-ikan itu berenang bahagia di sungai ?
Hui Shi : kamu bukan ikan, bagaimana kamu mengetahui ikan-ikan itu bahagia ?
Zhuang Zi : kamu bukan saya, bagaimana kamu tahu saya tidak mengerti kebahagiaan ikan itu ?
Hui shi : saya bukan kamu, tentu saya tidak mengerti kamu, tapi kamu juga bukan ikan, kamu tidak akan mengerti kebahagiaan ikan.
Zhuang Zi : ketika kamu bertanya[bagaimana kamu mengetahui ikan-ikan itu bahagia ?], kamu telah mengetahui bahwa saya telah tahu ikan-ikan itu bahagia.
Hui Shi mencoba untuk menggunakan pengetahuan yang rasional untuk mencapai kesimpulan logis tetapi dia tidak menyadari telah mengabaikan banyak hal.
Konfusius jarang sekali secara inisiatif membahas kebenaran tentang kepentingan, nasib atau moral kebajikan. Suatu hari muridnya bertanya
“guru, mengapa kita tidak berdiskusi tentang kepentingan, nasib, dan kebajikan?”
“karena membahas tentang kepentingan akan membuat kita tidak perduli dengan keadilan, perihal nasib terlalu ajaib untuk dibahas, sedangkan masalah kebajikan begitu luas”
Konfusius berkata : “ orang budiman harmonis dengan orang lain serta tidak berkomplot untuk mengejar kepenting pribadi, orang keji berkomplot untuk mengejar kepentingan pribadi serta tidak dapat harmonis dengan orang lain.”
孔子說: “ 君子和而不同, 小人同而不和”
Umumnya manusia diajarkan untuk menampilkan kekuatan dan kepintaran tetapi Lao Zi justru berbeda.
Lao Zi berkata: Manusia harus menampilkan kelemah-lembutannya bukan kekuatannya. Bersikap lugu, bukan bersikap pintar. Umumnya orang beranggapan menunjukkan kekuatan adalah hal yang baik. Kenyataannya, sesuatu yang kuat dan keras mudah untuk dipatahkan tetapi tidak begitu dengan yang lemah lembut. Gigi kuatkah? Lidah lembutkah? Saat sudah tua ternyata gigi rontok semua tetapi lidah dalam kondisi baik. Mana yang kuat, pohon atau rumput? Pohon kokohkah? Rumput lemahkah? Saat angin topan datang justru pohon tumbang tetapi rumput tidak tercabut. Bukankah ini membuktikan kekuatan yang sesungguhnya adalah kelemah-lembutan.
Apabila dari awal kita menyebut “langit” sebagai kuda dan “bumi” sebagai jari, maka “langit” dan “bumi” masing-masing bernama kuda dan jari.
Manusia selalu berpikiran bahwa apa yang dianggap benar adalah [benar] dan apa yang dianggap salah adalah [salah]. Tapi apa patokan untuk mengatakan [benar] dan [salah]?.
Manusia berpikiran bahwa 西施(Baca : Xi Shi, salah satu dari 4 wanita tercantik di Tiongkok) adalah wanita yang cantik, bagaimana dengan ikan? Mungkin ikan akan segera menyelam ke dasar karena melihat wanita jelek.
Zhuang Zi : manusia menggunakan kaca matanya sendiri dalam menciptakan pengetahuan jadi manusia selalu terperangkap oleh dunia pengetahuan yang diciptakannya.
Konfusius berkata : “setiap orang sulit menghindari kesalahan, asal ingin merubahnya itu sudah bagus. Disisi lain ada orang yang berbuat kesalahan tetapi tidak menyesal dan berinisiatif merubahnya, inilah baru dikatakan kesalahan yang sebenarnya”
孔子說: “ 人難免會犯過錯, 能改就好了. 有了過失而不悔改, 這才是真正的過失.”
Suatu hari Zhou (nama asli Zhuang Zi) bermimpi dirinya menjadi seekor kupu-kupu. Dia mengepak-ngepakan sayapnya, ternyata begitu bahagia menjadi seekor kupu-kupu dan lupa dirinya adalah Zhou. Setelah beberapa saat di mimpinya, dia baru sadar bahwa kupu-kupu itu adalah dirinya. Jadi apakah Zhou yang bermimpi menjadi kupu-kupu ataukah sang kupu-kupu yang bermimpi menjadi Zhou?.
Apa yang ingin disampaikan Zhuang Zi dalam cerita ini? Hal ini masih sering diperdebatkan. Mengutip perkataan Zhuang Zi di akhir cerita: “ Zhou bisa jadi adalah kupu-kupu, kupu-kupu juga bisa jadi adalah Zhou”. Dari sini ditarik kesimpulan bahwa ada sesuatu yang sama antara diri manusia dan makluk hidup lain. Ketika sadar akan kebenaran itu maka tiada ada lagi dinding pembatas antara aku,kamu,dia dan makluk lain. Mengutip perkataan teman saya : “ hati yang mencintai Tuhan tidak mungkin tidak mencintai kehidupan yang datang dari Dia”.
Awal mula Dao adalah ‘Tiada’. ‘Tiada’ melahirkan langit dan bumi. Langit dan bumi melahirkan laksa kehidupan dan benda. Akhirnya terbentuklah dunia yang penuh dengan keberagaman.
Lao Zi
Zi Gong bertanya: “ bagaimana baru bisa disebut berkebajikan?”
Konfusius: “saat keluar rumah, hormatilah orang lain seperti tamu penting, saat memerintah rakyat, haruslah serius seperti sedang bertanggung jawab terhadap ritual penting, apa yang kamu tidak ingin orang lain perbuat kepadamu, jangan berbuat demikian kepada mereka”.
Jika manusia tidur di tempat yang basah, maka ketika bangun, ia akan merasa bahwa punggungnya sakit. Namun apakah hal yang sama berlaku pada seekor belut? Jika seseorang memanjat pohon yang tinggi, maka ia akan merasa ketakutan. Namun apakah hal yang sama berlaku pada seekor monyet? Manusia, belut dan monyet tinggal di habitat yang berbeda. Di antara ketiga tempat itu, manakah yang habitat yang [paling] benar untuk hidup? Manusia makan daging, rusa makan rumput, kelabang menyukai ular, burung gagak memakan tikus. Selera keempat makluk ini berbeda, selera siapakah yang paling tepat?
Zhuang Zi: kehidupan tidak hanya memiliki satu patokan, begitu juga patokan manusia bukan hanya [satu] dan sesuatu yang [pasti]. Jika salah mengartikan sesuatu yang [relatif] sebagai sesuatu yang [pasti] maka kebenaran(dao) akan semakin jauh.
莊子: “萬物的知識, 標準不一, 所以人為的標準不是[唯一][絕對]的標準. 如果誤把[相對]當成[絕對], 那便離大道太遠了

Recent Comments