You are currently browsing the monthly archive for April 2009.

Setelah Hui Shi menjabat sebagai perdana menteri, Zhuang Zi berpikir untuk mengunjunginya.

 

Bawahan Hui Shi berbisik bahwa Zhuang Zi dari luar kelihatan cuma berkunjung tetapi sebenarnya dia akan merebut posisi tuan.

 

Hui Shi pun bertanya ke Zhuang Zi: kamu datang mengunjungi saya, ada maksud khusus apa?

 

Zhuang Zi: di sebelah selatan ada seekor burung phoenix, burung ini terbang dari laut selatan ke laut utara. Di perjalanan yang panjang ini, burung phoniex harus beristirahat sejenak di pohon dan juga harus berhenti untuk makan dan minum. Suatu hari dia terbang tepat melewati di atas kepala seekor burung hantu. Burung hantu itu sedang memakan seekor tikus busuk. Burung hantu tersebut khawatir tikusnya akan direbut, lalu dia menjerit keras [Kwek…] ke arah burung phoniex. Apakah saat ini kamu juga akan berteriak [Kwek..] kepada saya ?

 

Zhuang Zi: “ orang awam selalu mengejar tahta tetapi bagi orang arif, tahta hanyalah sementara ibarat penginapan, cepat atau lambat harus ditinggalkan”

Suatu ketika konfusius ditanya siapakah murid yang paling dapat dibanggakannya?

Konfusius berkata hanya Yan Yuan(atau dikenal juga dengan Yan Hui) seorang, dia tidak sembarang meluapkan emosi, juga tidak pernah melakukan kesalahan yang sama tetapi sayangnya dia mati muda. Sekarang tidak dapat menemukan orang yang taraf pembinaan dirinya seperti dia. Walaupun dia sangat miskin sekali, sehari-hari cuma makan nasi putih dan minum air putih, tinggal di gubuk tua dan reyok tetapi dia tidak pernah tidak merasa bahagia. Begitu Konfusius memuji muridnya itu.

 

 

Begitulah aku rasa kebahagiaan itu bukan terletak pada seberapa banyak yang telah kau miliki tetapi seberapa bisa kau merasa puas dengan apa yang kamu miliki. Pernahkah aku berdoa dan berucap syukur atas berkah hari ini. Atau aku terlalu sibuk mengejar kebahagiaan di luar sana. terus dan terus mengejar tetapi setelah mendapatkannya aku tetap tidak bahagia. sampai aku sadar kebahagiaan itu bukanlah di luar tetapi ada di dalam. Kebahagiaan tidak datang dari hal yang besar tetapi dari hal-hal kecil dan sederhana. Wish all of us are happy!! ^-^

Ketika istri Zhuang Zi meninggal, Hui Shi datang menyampaikan bela sungkawa. Zhuang Zi sedang duduk,  menabuh dan bernyanyi.

 

Hui Shi: Sekian lama tinggal bersama isteri, dia merawat dan mendidik anak-anakmu, sekarang dia sudah meninggal. Kamu tidak menangis malahan menabuh dan bernyanyi, bukankah ini keterlaluan!

 

Zhuang Zi: Tidaklah begitu. Saat dia baru meninggal, bagaimana mungkin saya tidak bersedih? Lalu saya melihat kembali ke awal sebelum dia hidup, tidak hanya sebelum dia hidup tetapi juga sebelum dia memiliki bentuk. Tidak hanya sebelum dia memiliki bentuk tetapi sebelum dia memiliki nafas kehidupan. Dalam dunia yang tidak berbentuk(arupa) ini perubahan terjadi lalu timbullah nafas kehidupan, bentuk dan kehidupan pun dimulai. Sekarang terjadi perubahan lagi dari hidup menuju kematian  laksana perubahan empat musim: semi, panas, gugur dan dingin. Sekarang dia sudah berbaring tenang di alam sana sementara saya di sampingnya menangis tersedu-sedu, benarkah tindakan saya?. Saat saya menyadari apa yang saya perbuat menunjukkan saya belum memahami takdir, saya pun berhenti menangis dan bersedih.

 

Zhuang Zi emang keren habis… kadang saya berpikir benar juga apa yang dikatakan oleh Zhuang Zi. Kematian adalah proses alami yang pasti terjadi pada setiap orang termasuk pada orang yang kita sayangi. Jika mereka sudah pergi dengan damai dan beristirahat tenang di alam sana kenapa kita mesti menggangu ketenangan mereka di sana dengan bersedih yang berlebihan. Yang penting selama proses hidup lah kita harus benar-benar mencintai dan menyayangi mereka. Bukankah begitu?

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.