Setelah Hui Shi menjabat sebagai perdana menteri, Zhuang Zi berpikir untuk mengunjunginya.

 

Bawahan Hui Shi berbisik bahwa Zhuang Zi dari luar kelihatan cuma berkunjung tetapi sebenarnya dia akan merebut posisi tuan.

 

Hui Shi pun bertanya ke Zhuang Zi: kamu datang mengunjungi saya, ada maksud khusus apa?

 

Zhuang Zi: di sebelah selatan ada seekor burung phoenix, burung ini terbang dari laut selatan ke laut utara. Di perjalanan yang panjang ini, burung phoniex harus beristirahat sejenak di pohon dan juga harus berhenti untuk makan dan minum. Suatu hari dia terbang tepat melewati di atas kepala seekor burung hantu. Burung hantu itu sedang memakan seekor tikus busuk. Burung hantu tersebut khawatir tikusnya akan direbut, lalu dia menjerit keras [Kwek…] ke arah burung phoniex. Apakah saat ini kamu juga akan berteriak [Kwek..] kepada saya ?

 

Zhuang Zi: “ orang awam selalu mengejar tahta tetapi bagi orang arif, tahta hanyalah sementara ibarat penginapan, cepat atau lambat harus ditinggalkan”

Suatu ketika konfusius ditanya siapakah murid yang paling dapat dibanggakannya?

Konfusius berkata hanya Yan Yuan(atau dikenal juga dengan Yan Hui) seorang, dia tidak sembarang meluapkan emosi, juga tidak pernah melakukan kesalahan yang sama tetapi sayangnya dia mati muda. Sekarang tidak dapat menemukan orang yang taraf pembinaan dirinya seperti dia. Walaupun dia sangat miskin sekali, sehari-hari cuma makan nasi putih dan minum air putih, tinggal di gubuk tua dan reyok tetapi dia tidak pernah tidak merasa bahagia. Begitu Konfusius memuji muridnya itu.

 

 

Begitulah aku rasa kebahagiaan itu bukan terletak pada seberapa banyak yang telah kau miliki tetapi seberapa bisa kau merasa puas dengan apa yang kamu miliki. Pernahkah aku berdoa dan berucap syukur atas berkah hari ini. Atau aku terlalu sibuk mengejar kebahagiaan di luar sana. terus dan terus mengejar tetapi setelah mendapatkannya aku tetap tidak bahagia. sampai aku sadar kebahagiaan itu bukanlah di luar tetapi ada di dalam. Kebahagiaan tidak datang dari hal yang besar tetapi dari hal-hal kecil dan sederhana. Wish all of us are happy!! ^-^

Ketika istri Zhuang Zi meninggal, Hui Shi datang menyampaikan bela sungkawa. Zhuang Zi sedang duduk,  menabuh dan bernyanyi.

 

Hui Shi: Sekian lama tinggal bersama isteri, dia merawat dan mendidik anak-anakmu, sekarang dia sudah meninggal. Kamu tidak menangis malahan menabuh dan bernyanyi, bukankah ini keterlaluan!

 

Zhuang Zi: Tidaklah begitu. Saat dia baru meninggal, bagaimana mungkin saya tidak bersedih? Lalu saya melihat kembali ke awal sebelum dia hidup, tidak hanya sebelum dia hidup tetapi juga sebelum dia memiliki bentuk. Tidak hanya sebelum dia memiliki bentuk tetapi sebelum dia memiliki nafas kehidupan. Dalam dunia yang tidak berbentuk(arupa) ini perubahan terjadi lalu timbullah nafas kehidupan, bentuk dan kehidupan pun dimulai. Sekarang terjadi perubahan lagi dari hidup menuju kematian  laksana perubahan empat musim: semi, panas, gugur dan dingin. Sekarang dia sudah berbaring tenang di alam sana sementara saya di sampingnya menangis tersedu-sedu, benarkah tindakan saya?. Saat saya menyadari apa yang saya perbuat menunjukkan saya belum memahami takdir, saya pun berhenti menangis dan bersedih.

 

Zhuang Zi emang keren habis… kadang saya berpikir benar juga apa yang dikatakan oleh Zhuang Zi. Kematian adalah proses alami yang pasti terjadi pada setiap orang termasuk pada orang yang kita sayangi. Jika mereka sudah pergi dengan damai dan beristirahat tenang di alam sana kenapa kita mesti menggangu ketenangan mereka di sana dengan bersedih yang berlebihan. Yang penting selama proses hidup lah kita harus benar-benar mencintai dan menyayangi mereka. Bukankah begitu?

 

Zhuang Zi dan Hui Shi berada di atas jembatan.

 

Zhuang Zi : Lihatlah ikan-ikan itu berenang bahagia di sungai ?

Hui Shi : kamu bukan ikan, bagaimana kamu mengetahui ikan-ikan itu bahagia ?

Zhuang Zi : kamu bukan saya, bagaimana kamu tahu saya tidak mengerti kebahagiaan ikan itu ?

Hui shi : saya bukan kamu, tentu saya tidak mengerti kamu, tapi kamu juga bukan ikan, kamu tidak akan mengerti kebahagiaan ikan.

Zhuang Zi : ketika kamu bertanya[bagaimana kamu mengetahui ikan-ikan itu bahagia ?], kamu telah mengetahui bahwa saya telah tahu ikan-ikan itu bahagia.

 

Hui Shi mencoba untuk menggunakan pengetahuan yang rasional untuk mencapai kesimpulan logis tetapi dia tidak menyadari telah mengabaikan banyak hal.

 

Konfusius jarang sekali secara inisiatif membahas kebenaran tentang kepentingan, nasib atau moral kebajikan. Suatu hari muridnya bertanya

“guru, mengapa kita tidak berdiskusi tentang kepentingan, nasib, dan kebajikan?”

“karena membahas tentang kepentingan akan membuat kita tidak perduli dengan keadilan, perihal nasib terlalu ajaib untuk dibahas, sedangkan masalah kebajikan begitu luas”

Konfusius berkata : “ orang budiman harmonis dengan orang lain serta tidak berkomplot untuk mengejar kepenting pribadi, orang keji berkomplot untuk mengejar kepentingan pribadi serta tidak dapat harmonis dengan orang lain.”

 

孔子說: “ 君子和而不同, 小人同而不和

 

Umumnya manusia diajarkan untuk menampilkan kekuatan dan kepintaran tetapi Lao Zi justru berbeda.

 

Lao Zi berkata: Manusia harus menampilkan kelemah-lembutannya bukan kekuatannya. Bersikap lugu, bukan bersikap pintar. Umumnya orang beranggapan menunjukkan kekuatan adalah hal yang baik. Kenyataannya, sesuatu yang kuat dan keras mudah untuk dipatahkan tetapi tidak begitu dengan yang lemah lembut. Gigi kuatkah? Lidah lembutkah? Saat sudah tua ternyata gigi rontok semua tetapi lidah dalam kondisi baik. Mana yang kuat, pohon atau rumput? Pohon kokohkah? Rumput lemahkah? Saat angin topan datang justru pohon tumbang tetapi rumput tidak tercabut. Bukankah ini membuktikan kekuatan yang sesungguhnya adalah kelemah-lembutan.

Apabila dari awal kita menyebut “langit” sebagai kuda dan “bumi” sebagai jari, maka “langit” dan “bumi” masing-masing bernama kuda dan jari.

 

Manusia selalu berpikiran bahwa apa yang dianggap benar adalah [benar] dan apa yang dianggap salah adalah [salah]. Tapi apa patokan untuk mengatakan [benar] dan [salah]?.

 

Manusia berpikiran bahwa 西施(Baca : Xi Shi, salah satu dari 4 wanita tercantik di Tiongkok) adalah wanita yang cantik, bagaimana dengan ikan? Mungkin ikan akan segera menyelam ke dasar karena melihat wanita jelek.

 

Zhuang Zi : manusia menggunakan kaca matanya sendiri dalam menciptakan pengetahuan jadi manusia selalu terperangkap oleh dunia pengetahuan yang diciptakannya.

Konfusius berkata : “setiap orang sulit menghindari kesalahan, asal ingin merubahnya itu sudah bagus. Disisi lain ada orang yang berbuat kesalahan tetapi tidak menyesal dan berinisiatif merubahnya, inilah baru dikatakan kesalahan yang sebenarnya”

 

孔子說: “ 人難免會犯過錯, 能改就好了. 有了過失而不悔改, 這才是真正的過失.”

Suatu hari Zhou (nama asli Zhuang Zi) bermimpi dirinya menjadi seekor kupu-kupu. Dia mengepak-ngepakan sayapnya, ternyata begitu bahagia menjadi seekor kupu-kupu dan lupa dirinya adalah Zhou.  Setelah beberapa saat di mimpinya, dia baru sadar bahwa kupu-kupu itu adalah dirinya. Jadi apakah Zhou yang bermimpi menjadi kupu-kupu ataukah sang kupu-kupu yang bermimpi menjadi Zhou?.

 

Apa yang ingin disampaikan Zhuang Zi dalam cerita ini? Hal ini masih sering diperdebatkan. Mengutip perkataan Zhuang Zi di akhir cerita: “ Zhou bisa jadi adalah kupu-kupu, kupu-kupu juga bisa jadi adalah Zhou”.  Dari sini ditarik kesimpulan bahwa ada sesuatu yang sama antara diri manusia dan makluk hidup lain. Ketika sadar akan kebenaran itu maka tiada ada lagi dinding pembatas antara aku,kamu,dia dan makluk lain. Mengutip perkataan teman saya : “ hati yang mencintai Tuhan tidak mungkin tidak mencintai kehidupan yang datang dari Dia”.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.